Kisah Mistis Pendakian Akibat Mengotori Patung dengan Air Seni di Gunung Arjuno via Purwosari Full version - Sweeper Backpacker -->

Tuesday, May 17, 2022

Kisah Mistis Pendakian Akibat Mengotori Patung dengan Air Seni di Gunung Arjuno via Purwosari Full version

Kisah Mistis Gunung Arjuna

Bagi siapapun yang sedang membaca artikel kali ini semoga kalian diberikan kesehatan, kelancaran dalam segala urusan, dan selalu dalam lindungan Tuhan YME.

dan diartikel kali ini saya akan membahas Tentang kisah Mistis pendakian yang terjadi pada tahun 2015 silam, kejadian ini terjadi di Gunung Arjuno yang terletak di Jawa timur

Tentang Gunung Arjuno

Gunung Arjuno sendiri memiliki ketinggian 3.339 mdpl, lebih jelasnya Gunung Arjuno terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan,

dan Gunung Arjuno berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Gunung ini juga merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru.

Noted Cerita ini dikirim oleh pendaki cantik yang tinggal di jogja, Namanya Sely, tapi kak Sely katanya ga mau ngasih media sosialnya, takut viral haha.

dan Jangan lupa membaca sampai selesai ya, karna ada banyak sekali pelajaran yang dapat sobat petik dari cerita Sely dan kawan-kawan.

Spoiler :

Jadi cerita berkisah tentang pendakian yang sangat-sangat konyol dan agak bodoh,

salah satu teman Sely yang bernama Aji dengan sengaja buang air kecil ke arah salah satu patung yang ada di jalur Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari

Dan tanpa sepengetahuan teman yang lain, Aji juga membawa minuman ber alkohol beserta ganja (jangan ditiru ya)

Namun pada akhirnya Aji terkena karmanya sendiri, dan menyusahkan seluruh teman-temannya

Bagaimana kisah selanjutnya dalam perjalanan mereka? yuk gas ke Ceritanya

Cerita di mulai :

Cerita bermula pada Organisasi Mapala kampus

yang akan mengadakan Pendakian ke Gunung Arjuno pada tahun 2015 lalu

Mereka akan melakukan Pendakian dengan 7 orang, 3 perempuan dan 4 laki-laki

ada Tiwi, Sely, Tukul yang saat itu masih semester 5

sedangkan Sri, Nanda, Sony dan Aji mereka sudah semester 7 dan 8, atau bisa disebut senior

"Di Kampus"

Kemudian mereka berkumpul diarea kampus sebelum berangkat menuju Malang,

kala itu Nanda yang bertugas sebagai leader melakukan pengarahan terlebih dahulu

Setelah semuanya selesai mereka langsung Berangkat menuju Pasar Purwosarimenggunakan Mobil pribadi

diantar temannya Helmi yang sekalian ingin pulang ke Surabaya

"Pasar Purwosari"

Sesampainya di Pasar Purwosari mereka kemudian menggunakan ojek, menuju Dusun Tambak Watu karna waktu sudah malam hari 

di Dusun Tambak Watu mereka lebih dulu mampir ke warung untuk beristirahat

Sely dan beberapa temannya lebih dulu tertidur malam itu

ketika terbangun waktu sudah jam 7 pagi, kemudian mereka mulai mempersiapkan pendakian

"Pendakian"

Setelah mengurus perizinan setempat mereka lalu berdoa dan mulai berjalan menuju Pos 1

Sebelum berjalan Nanda juga sudah memberi pengarahan terhadap kami semua

tentang jalur Purwosari, track pendakian dan tempat membuka tenda

Sekitar 2 jam lebih berjalan kami tiba di Tampuono

ketika itu ada kejadian yang membuat Sely terkejut saat beristirahat

Aji terlihat dengan santai membakar ganja yang ia bawa dan berbagi kepada Sony

Nanda sebagai leader pun bersikap biasa saja, sebab sepertinya sudah biasa

tidak lama mereka semua berjalan kembali

namun hampir setiap istirahat Aji selalu membakar Ganja yang ia bawa

Kini Nanda mulai menegurnya "Jangan kebanyakan, jaga sikaplu ji"

Aji pun hanya mengiakan perkataan Nanda

Tetapi setelahnya gaya Aji semakin sok pemberani saat di jalur Pendakian

ia terus bercanda dengan kata-kata kasar kepada Sony

Hal itu membuat yang lainnya termasuk Nanda yang menjadi leader mulai merasa risih dengan tingkah Aji kepada Sony

Kemudian sampai lah mereka disalah satu tempat bernama Mangkutoromo,

di Mangkutoromo ini terdapat tempat bangunan kuno yang cukup besar

Di jalur Purwosari memang terdapat banyak sekali patung atau bangunan tua yang sudah menjadi budaya kerajaan Majapahit jaman dahulu

Sehingga membuat beberapa pendaki yang melewati jalur ini

merasa sangat dekat oleh hal yang berhubungan dengan spiritual

Tetapi faktanya memang ada banyak pendaki yang mengalami hal mistis ketika melewati jalur Purbasari Gunung Arjuno ini.

Sely dan teman-temannya pun menyempatkan untuk makan lebih dulu di Mangkutoromo

karna perjalanan selanjutnya masih cukup jauh

Setelah selesai makan mereka pun mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Dipa

yang menjadi tempat untuk mereka membuka Tenda

Sepanjang jalan mulai banyak perdebatan yang terjadi 

Terlebih dengan Nanda dan Aji, Nanda sebenarnya sudah sangat marah

tetapi sebagai leader ia masih mencoba bersabar

Perdebatan Nanda dan Aji bukan tanpa sebab di salah satu jalur menuju Jawa Dipa

Aji dengan sengaja buang air kecil disamping salah satu patung yang berada tidak jauh dari jalur pendakian

dan tentu  saja mengenai patung tersebut

Nanda yang melihat itupun menegurnya, tetapi Aji tidak terima

Aji menganggap hal-hal seperti ini tidak perlu dihormati atau disembah

Nanda pun mengingatkan dengan keras

"Jaga sikaplu, tolong hormati dan hargai semua yang ada disini, pengetahuan lu itu cuma sebatas pendakian, bukan hal ghoib"

Sony pun sebenarnya setuju dengan Nanda

ia menganggap Aji sudah keterlaluan melakukan hal seperti itu yang bisa mencelakai dirinya

Tetapi Aji tetap mengklaim apa yang ia lakukan itu hal biasa

mereka tidak perlu takut, hal ghoib tidaklah nyata. *ucap Aji

Nanda benar-benar geleng kepala/

Aji ini sangat keras, juga kadang bersikap dan berbicara se'enaknya.

Ini pertama kalinya Nanda, Tiwi, Sely, dan Tukul mendaki dengan Aji anak Mapala smester 8, aji memang anak semester 8

tetapi Nanda lah yang saat itu menjabat sebagai Wakil ketua Mapala, dan menjadi leader dalam pendakian kali ini

Saat itu Sony dan Sri juga menegur Aji, Sedangkan Sely dan anak smester 5 lainnya hanya terdiam

mungkin karna tidak enak sebab Aji adalah senior mereka

Singkat Cerita mereka sampai di Jawa Dipa dan mulai membuka tenda

Mereka sampai ketika malam hari sekitar jam 8 malam

Malam itu udara sangat dingin

Sely, Tiwi dan Sri lebih dulu membuat makanan, sedangkan yang lainnya masih membuka tenda satu lagi

Ketika tenda selesai Nanda dan Tukul masih memasang flyseet yang menghubungkan 2 tenda mereka

saat itu yang lainnya menyempatkan memasak dan beres-beres

Setelah selesai Nanda dan Tukul pun masuk ke Tenda dan mulai membantu yang lain memasak

Formasi tidur mereka kala itu di campur Nanda, Sely dan Tukul berada di satu tenda

sedangkan Sony dan yang lainnya berada di tenda sebelah

Malam itu mereka makan sekitar jam setengah 10 malam

selepas makan mereka semua masuk dan menutup tendanya masing-masing

30 Menit kemudian Sri terdengar menggerutu kepada Aji dari tenda sebelah

Sri ini kesal karena Aji meminum alkohol yang iya bawa di dalam tenda

Aji yang terlihat santai memilih untuk keluar tenda dan minum sendirian diluar

saat itu Aji juga memanggil Sony untuk menemaninya, Tetapi Sony mengantuk dan ingin tidur saja

berselang beberapa menit Tiwi yang sudah tidur dan berada di tenda sebelah tiba-tiba keluar menghampiri Aji

Ia menatap Aji yang sedang duduk sambil berdiri, dan Tiwi seketika mengcekik leher Aji sangat keras, Dari Aji duduk hingga diangkat ke atas

Tenaga Tiwi sangat kuat, Aji pun berteriak meminta tolong. mendengar itu

semua yang berada didalam tenda keluar menghampiri

Sony, Nanda dan Tukul mencoba melepaskan tangan Tiwi yang sedang mencekik Aji ke atas,

tetapi sangat sulit, tenaga Tiwi benar-benar kuat

Hingga akhirnya Nanda memeluk Tiwi dan menariknya kebelakang, Kemudian mereka bertiga terjatuh

Tiwi pun langsung pingsan, sepertinya tadi ia kerasukan mahluk halus

Aji masih terbatuk-batuk sambil duduk memegangi lehernya

Nanda lalu membuang minuman alkohol yang Aji bawa

tetapi Aji masih saja marah karna minumannya sengaja di tumpahkan oleh Nanda

Aji berkata "Bangsat, ngapain minuman gua lu buang anjing" dan Nanda pun mulai emosi

ketika itu terjadi keributan kecil diantara Aji dan Nanda

Sri dan Sony pun mencoba memisahkan mereka

Aji juga tetap menggerutu kepada Tiwi yang tadi mencekiknya hampir mati

Tidak mau ambil pusing, Nanda meminta Tukul untuk membantunya membawa Tiwi yang masih pingsan ke dalam tenda

Malam itu Tiwi dipindahkan ke tenda Nanda bersama Sely dan Tukul

Mereka masih menunggu Tiwi hingga sadar

Sely juga mengoleskan minyak kayu putih yang ia bawa kepada Tiwi yang masih Pingsan di dalam tendanya

Tidak lama Tiwi mulai sadar, dan dia bertanya mengapa bisa ia berada di tenda milik Nanda

Tukul pun menjelaskan jika tadi ia lepas kendali dan mencekik Aji

ketika ditanya Tiwi juga tidak mengetahui kejadian apapun sebelumnya

Ia hanya ingat saat itu dia kelelahan dan tidur kemudian Tiwi memang bermimpi yang cukup aneh

ada seseorang yang tidak memiliki mata mendatanginya ke tenda

dan orang itu marah-marah, Tiwi tidak mengerti dengan bahasa orang tersebut,

dia berbicara dengan cepat sambil menunjuk Aji

Lalu tiba-tiba orang itu menarik tangan Tiwi,

dan Tiwi seketika kehilangan kesadaran dan tidak mengingat apa yang terjadi selanjutnya

Setelah semua selesai mereka memutuskan untuk tidur dan beristirahat,

Tiwi pun sekarang berada di tenda Nanda

Singkat Cerita satu persatu dari mereka sudah bangun ketika jam 8 pagi

Tetapi melihat kejadian-kejadian sebelumnya Nanda memutuskan untuk tidak menjutkan perjalanan

Dan bernegosiasi untuk langsung turun ke Basecamp saja hari ini

Lagi-lagi Aji bertingkah dengan menolak statment dari Nanda

Padahal anak-anak yang lain sudah setuju untuk langsung kembali ke Basecamp

Aji menolak sebab ia telah berjalan jauh sampai ke Jawa Dipa

Menurutnya sangat disayangkan jika tidak Summits, mengingat hanya 4-6 jam saja menuju Puncak

Aji pun menyalahkan Nanda sebagai leader

karna menurut dia statment dan manajement pendakian yang Nanda buat tidak jelas

Belum juga Nanda menjawab, Sri lebih dulu berkata dan membela Nanda

karna menurut Sri semua ini karna prilaku buruk Aji

Terlebih mereka membawa beberapa anak semester 5

seharusnya Aji malu bertingkah se'enaknya dan mencontohkan hal-hal buruk

Sehingga membuat ricuh dan tidak nyaman dalam pendakian kali ini

Saat itu Aji dan Sri terus berdebat adu mulut

hingga karna merasa kesal Aji reflek menampar Sri dengan cukup keras yang berada didepannya

Kemudian Sri langsung menangis, Sony yang menyaksikan itu langsung mendorong Aji hingga jatuh kebelakang sambil memaki dan menantang Aji untuk melawan dirinya

sebab Sony tidak suka melihat laki-laki main tangan dengan perempuan

Aji pun tidak berani melawan Sony yang saat itu sudah emosi, ia hanya diam, karna sepertinya Aji ini takut dengan Sony

Melihat itu Nanda dan Tukul pun mencoba memisahkan mereka, sedangkan Sely dan Tiwi mencoba menenangkan Sri yang masih menangis

Suasana benar-benar ricuh saat itu, tetapi untungnya Sony tidak memukul Aji

karna Sony mengerti ia dan teman-temannya masih berada jauh dari pemukiman

Jika saja sudah berada dibawah, sepertinya sudah pasti Sony ini menghajar Aji habis-habisan

Setelah sedikit tenang, Nanda ini kemudian mengajak yang lain untuk mulai merapikan barang-barang dan segera turun

Aji pun kali ini tidak membantah, ia menurut dan banyak diam semenjak kejadian tadi

"Perjalanan Turun"

Singkat Cerita mereka sudah berberes dan siap untuk perjalanan turun

ketika hendak berdoa Aji pergi buang air kecil lebih dulu

Dan saat buang air kecil Aji terdengar merintih kesakitan, Nanda yang mengetahui mencoba menghampirinya

Saat itu Aji tidak bisa mengeluarkan Air seninya, sekalinya keluar hanya sedikit dan rasanya sangat perih kata Aji

Lalu Aji memutuskan untuk menahan air seninya

Soalnya ia juga sudah sering merasakan sakit saat buang air kecil

Hanya saja ini lebih-lebih sakit menurutnya

Mereka kemudian mulai berjalan ke bawah

disepanjang perjalanan turun Aji sering mengeluhkan sakit pada alat kelamin-nya

Tetapi ketika Aji ingin membuang air kecil rasanya sangat sakit, hingga membuatnya terus merintih

Sony pun kini terlihat sangat tidak peduli lagi dengan Aji, ia samasekali tidak menanyakan apa yang terjadi padanya

Mereka terus melanjutkan perjalanan turun

selama dijalur Aji juga terus memegangi Alat Kelamin-nya karna sakit

Setelah cukup lama berjalan mereka tiba di salah satu tempat yang bernama Eyang Semar

Waktu itu Aji izin ke semak untuk mencoba buang air kecil lagi

Aji juga sebenarnya sudah sangat kebelet, Tetapi ketika ia mencoba membuang air semi nya, rasanya masih sangat sakit, Aji tidak kuat menahan rasa perih yang ditimbulkan untuk buang air kecil

dan Saat Aji baru saja berjalan ke arah teman-temannya

tiba-tiba ada sesuatu yang menampar Aji dengan keras hingga Aji terpental dan terjatuh

Nanda dan yang lainnya sontak kaget melihat kejadian itu

dan Tukul yang berada dekat dengan Aji langsung datang membantunya

Sely mencoba mengecek kondisi Aji, untungnya ia tidak mengalami luka apapun

Aji hanya merasa panas pada bagian wajah yang ditampar itu

Hal itu benar-benar sangat an, siapa yang sebenarnya menampar Aji dengan sangat keras sampai ia terjatuh

Melihat kejadian itu suasana mulai sedikit mencekam

Aji terliat jelas terpental ketika ada sesuatu yang menamparnya, tetapi penyebabnya tidak ada

Namun Nanda mencoba menenangkan suasana

ia lalu mengajak teman-temannya untuk kembali melanjutkan pejalanan turun

Singkatnya setelah cukup lama mereka akhirnya sampai dibasecamp

perjalanan turun sangat lambat sebab Aji terus mengeluhkan bagian kelaminnya

Saat perjalanan turun dari Eyang Semar, Carrier Aji juga dibawakan oleh Nanda

kala itu mereka sampai dibawah sore hari

Setelah tiba mereka langsung menyewa mobil untuk mencari rumah sakit atau Puskesmas terdekat

sebab Aji sudah sangat kesakitan

Akhir nya sang Sopir membawa mereka ke Puskesmas yang tidak terlalu jauh darisana

Setelah mengecek kondisi Aji pihak Puskesmas tidak dapat menangani karna terkendala peralatan dan kondisi Aji sudah terlalu parah

"Di Rumah Sakit"

Aji kemudian di Bawa ke rumah sakit di daerah Purwodadi

ia langsung masuk ke ruang gawat darurat

Saat itu hanya Nanda yang menemani Aji didalam ruang Ugd

dan yang lainnya diharuskan menunggu diluar

Tidak lama Nanda keluar dan mengabarkan jika Aji harus segera di operasi karna batu ginjal atau bedah saluran kemih

Biayanya sekitar 10 juta

Dan ketika itu Nanda lah yang menanggung biaya operasi Aji ini,

ya karna mungkin diantara mereka semua hanya Nanda yang terlahir dari keluarga yang cukup kaya

Sehingga hanya dia lah diantara mereka yang masih menyimpan uang sebanyak itu di rekening

Nanda juga meminta tolong kepada anak-anak Mapala yang mengenal keluarga Aji untuk memberi tahu kabar tersebut melalui handphone

Operasi berjalan sekitar 2 jam lamanya

setelah Operasi berhasil Aji masih harus dirawat 2 hingga 5 hari di rumah sakit

Mendengar kabar itu Nanda meminta yang lainnya untuk pulang lebih dulu saja

ia akan menunggu di rumah sakit sampai keluarga Aji datang

Akhirnya Sony, Tiwi, Sri dan Tukul lebih dulu pulang menggunakan Bus ke Jogja,

Sely memutuskan menemani Nanda di rumah sakit itu

Malam itu Nanda dan Sely tidur diruang tunggu rumah sakit

Lalu mereka dibangunkan oleh keluarga Aji yang baru tiba ketika subuh

Nanda dan Sely langsung membawa keluarga Aji

menuju kamar rawat yang Aji tempati

Dan ketika sampai Nanda dan Sely pun sangat terkejut

Terdapat memar warna biru gelap dibagian kanan dari wajah Aji

Nampak seperti bekas tamparan

Ayah Aji lalu menanyakan mengapa wajah anaknya terdapat bekas tamparan itu kepada Nanda

Nanda pun tidak tahu sebab tadi malam wajah Aji tidak seperti ini

Aji lalu dibangunkan dari tidurnya, tidak lama ia duduk diatas kasur

Nanda pun mencoba bertanya mengapa wajahnya bisa seperti sekarang?

Aji yang awalnya tidak tau meminta untuk diambilkan kaca, dan dia juga malah kaget

ada memar bekas tamparan dibagian wajahnya, dan berwarna biru tua

Ia mulai mengingat tamparan ghaib yang membuatnya terpental dan terjatuh, saat masih berada di jalur pendakian

Aji pun mengklaim memar diwajahnya ini akibat dari tamparan yang sangat keras kemarin

tetapi sebabnya ia juga tidak tau

Pagi itu Nanda banyak menjelaskan kepada Ayah Aji tentang kondisi anaknya, Setelah selesai

Lalu hari ini Nanda dan Sely memutuskan untuk pulang ke Jogja

karna mengingat Aji juga sudah ada Ayah dan beberapa saudara yang menemani,

Menurut kabar, setelah 3 hari dirawat Aji sudah di izinkan pulang

ia sudah kembali sehat tetapi harus melakukan perawatan dirumah

Singkat Cerita

Sekitar 2 minggu kemudian Aji datang ke Base tempat Anak Mapala kampus berkumpul

Saat itu Sony, Nanda dan Sri juga sedang berada diBase serta beberapa anggota lain

Tetapi betapa terkejudnya mereka, melihat memar pada wajah Aji belum juga hilang

Dan masih terlihat jelas dibagian kanan wajah Aji

Setelah hampir tidak bertemu selama 2 minggu Aji panjang lebar bercerita

Aji benar-benar tidak mengerti mamar ini tak juga kunjung hilang dari wajahnya

Aji pun sebenarnya sangat malu dan terpukul, tetapi mau tidak mau ia harus datang ke kampus

Aji juga berterima kasih kepada Nanda, Sony dan Sri

Ia banyak belajar dalam pendakian ke Gunung Arjuno waktu itu

ia mengakui banyak kesalahan yang diperbuatnya saat pendakian

Lalu Aji juga berjanji untuk mengembalikan uang milik Nanda suatu saat nanti

karna saat ini keluarganya tidak memiliki uang sebanyak itu

Nanda sebenarnya sudah ikhlas dan tidak meminta untuk uangnya dikembalikan

tetapi Aji lah yang memang kekeh dan berjanji akan menggantinya

Ya nanda hanya berkata terserah, Aji kemudian meminta maaf juga kepada Sri yang waktu ia tampar di pendakian

ia sangat menyesal dengan perbuatannya//

Mereka ber empat mengobrol dan bercerita sampai malam hari di base Mapala tersebut

Singkat Cerita

Setelah kejadian 6 tahun yang lalu memar pada wajah Aji tidak juga kunjung hilang

selama 6 tahun juga Aji sudah mencoba berbagai cara, Mulai dari kedokter sampai ketempat orang-orang pintar

Tetapi hasilnya tidak ada yang bisa menghilangkan bekas memar di wajah Aji

Tetapi kini Aji sudah menikah, sejak 1 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2020 silam.

Dan itulah kisa Mistis Perjalanan Sely dan kawan-kawan saat mendaki Gunung Arjuno via Purwosari

Tetapi mohon maaf untuk nama kampus dan beberapa tokoh utama dari Cerita ini harus disamarkan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dimasa mendatang,

Dan Cerita ini juga sudah mendapat persetujuan dari Aji sendiri, awalnya Aji memang tidak mau

tetapi tidak ada salahnya jika kisahnya menjadi pelajaran untuk pendaki yang lain

Agar selalu menjaga sopan santun dan tetap menghargai sesama mahluk hidup dimanapun kalian berada, dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung


Selesai.......

Baca Juga :

Kisah Haru Gunung Semeru, Selamat jalan Muh Hanafi. (Full version)

Cerita Mistis Gunung Lawu, Pendakian Spiritual Ilmu Kejawen Part 1 - 4

Kisah Ririn di tahun 2008, Manusia yang menjadi Pocong di Gunung Salak

Itulah Cerita Mistis Pendakian Di Gunung Arjuno via Purwosari...

Buang yang buruk dan ambil sesuatu pelajaran dari kutipan cerita di atas ya...

Percaya atau Tidak kembali ke individu masing-masing.

dan


Terima kasih sudah membaca...

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda