Senin, 16 Mei 2022
Sabtu, 14 Mei 2022
Kamis, 12 Mei 2022
Minggu, 12 September 2021
Biaya Transportasi Bus ke Gunung Prau via Patak Banteng dari Jakarta, Pulang-pergi cukup 300 ribu !
Gunung Prahu atau Gunung Prau berada di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah Indonesia dan terbentang diantara 4 Kabupaten, Kabupaten Kendal, Batang, Tamanggung dan Wonosobo.
Tidak diragukan lagi, Sejak dulu Prau menjadi salah satu destinasi favorite para pendaki di tanah air, meskipun ketinggian nya tidak terlalu extream namun
Gunung ini menawarkan keindahan yang seakan tidak terbatas, mulai dari Bukit Teletubis, Panorama Gunung Sindoro, Sumbing, Slamet, dan SunMori serta masih banyak lagi di Gunung Prau.
Tentang Gunung Prau :
Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 Mdpl. Track-nya pun tergolong tidak terlalu extream, namun tetap butuh ke hati-hatian, Menuju puncak Prau juga tidak begitu lama, kurang-lebih cukup 3 jam saja dari Basecamp.
Namun mungkin beberapa dari sobat bertanya-tanya dan mencari informasi bagaimana menuju ke Gunung Prau dan berapa besar Biaya yang dibutuhkan?
Baik, kali ini saya akan mengulas perjalanan menuju Gunung Prau, Khususnya dari Ibukota Jakarta menuju Basecamp Patak Banteng
Patak Banteng sendiri ialah nama Desa yang dijadikan nama salah satu jalur yang paling diminati untuk menuju Puncak Gunung Prau. Terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.
Prau memiliki Jalur lainnya, Antara lain :
- Jalur Prau via Dieng
- Jalur Prau via Wates
- Jalur Prau via Kalilembu
- Jalur Prau via Dwarawati
Akses menuju Basecamp Patak Banteng tidak lah sulit, dari Jakarta kita hanya melakukan setidaknya dua kali transit hingga sampai di Desa Patak Banteng.
Berikut Artikelnya :
Kali ini saya hanya menggunakan Bus untuk perjalanan menuju Desa Patak Banteng, Jawa Tengah.
Karna menurut saya menggunakan Bus adalah hal yang paling simple untuk menuju Gunung Prau dan tentu di informasi ini saya akan meminimalisir biaya perjalanan.
Terminal Jakarta ke Terminal Mendolo :
Untuk menuju Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Pertama-tama kita harus memilih Bus jurusan Terminal Mendolo, Wonosobo.
dari Terminal Jakarta kalian bisa menggunakan jenis Bus seperti Sinar Jaya, Murni Jaya atau yang lainnya, Estimasi Biaya kurang-lebih Rp.100.000-150.000/orang
Lama perjalanan kurang-lebih 9-12 jam perjalanan(tergantung joki bus)
Terminal Mendolo :
Terminal Mendolo adalah Terminal utama di kabupaten Wonosobo, dan menjadi terminal yang biasa digunakan para pendaki menuju Gunung Prau, Sumbing, Sindoro dan beberapa Gunung lainnya.
Sesampainya di Mendolo kalian bisa langsung mencari angkutan umum menuju Basecamp Patak Bateng.
Terminal Mendolo - Basecamp Patak Banteng :
Untuk menuju ke Desa Patak Banteng ada beberapa pilihan angkutan umum, mulai dari Elf, Angkutan Umum(angkot)sampai Mobil losbak dengan biaya kurang-lebih Rp.20.000-30.000/orang
Perjalan ditempuh sekitar 30 menit - 1 jam perjalanan dengan kontur jalur yang mulai menanjak.
Desa Patak Banteng :
Sebelum sampai di Desa Patak Banteng kalian akan turun di persimpangan gapura, untuk menuju Basecamp kalian harus berjalan sedikit, sekitar 15 menit hingga tiba di Basecamp Patak Banteng.
Note : Bagi yang males berjalan bisa menggunakan ojek yang tersedia di persimpangan ini, tetapi untuk biaya saya kurang tahu.
Basecamp Patak Banteng :
Sesampainya di Patak Banteng kalian tinggal memilih tempat yang tersedia untuk istirahat, Pesan makan, besok isi Simaksi, Selamat Mendaki.
Total Biaya Perjalanan :
Terminal Jakarta - Terminal Mendolo : Rp.100.000-150.000-,
Terminal Mendolo - Desa Patak Banteng : Rp.20.000-30.000-,
Total Perjalan Pergi : Rp.120.000-180.000/Orang
Jika di akumulasikan Pulang-Pergi cukup dengan biaya Rp.240.000-360.000/Orang untuk estimasi biaya menuju Gunung Prau dari Jakarta.
==
Baca Juga :
Transportasi Biaya menuju Gunung Slamet via Bambangan dari Jakarta
Biaya Transportasi ke Gunung Lawu via Candi Cetho dari Jakarta
Kenali Gejala dan cara mengatasi Hipotermia ketika Mendaki Gunung
Lumayan terjangkau lah ya untuk membayar keindahan Gunung Prau ini.
Biaya ini berlaku untuk pendakian Solo/kelompok ya, karna sama saja,tetapi lebih baik berkelompok sih wkwkw dan Estimasi Terminal Berlaku untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.
Tips : Jago Nego saja untuk meminimalisir Biaya perjalanan, karna perjalanan simple dan mudah untuk di akses.
Note :
Ini hanyalah estimasi perjalanan, usahakan membawa uang lebih/tidak cekak, karna perjalanan setiap orang pasti berbeda-beda dan artikel ini hanya membahas tentang biaya transportasi, jadi untuk biaya logistik dll tidak dijelaskan ya.
Keep safety. Jaga kebersihan dan bawa turun sampahmu.
Jika ada yang ingin ditanyakan koment di bawah ya:)
Semoga bermanfaat. dan jangan lupa share ya. Terima Kasih.
Biaya Transportasi ke Gunung Slamet via Bambangan dari Jakarta. PP cukup Rp.265 Ribu !!
Tentang Gunung Slamet :
Gunung Slamet adalah sebuah Gunung kerucut yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia.
Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, Yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah.
Gunung Slamet memiliki ketinggian 3428 MDPL, Gunung yang masih aktif ini masuk masuk dalam urutan ke 7 dalam daftar Gunung tertinggi di Indonesia dan menjadi Gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Rabu, 24 Februari 2021
Kisah Haru Gunung Semeru, Selamat jalan Muh Hanafi. (Full version)
Beberapa dari sobat mungkin sudah pernah melihat cerita ini sebelumnya, Kisah nyata yang terjadi pada September 2009 silam ketika sdr Muhammad Hanafi mencoba menggapai Puncak Mahameru.
Sayangnya upaya Hanafi harus gagal dalam perjalanan pulang ketika ia di tandu menuju Ranu Pani, ia juga sebelumnya sempat mengalami stamina drop dan terserang Hipotermia sampai harus digendong turun dari Kalimati ke Ranu kumbolo.
Kepergian Hanafi meninggalkan haru hingga saat ini, Kisah nya terus dikenang dalam sejarah dekapan Gunung Semeru.
Channel : LVDS CHANNELCerita ini memiliki 1-4 halaman, untuk part 2,3,4 bisa klik tombol dibawah postingan ya sob...
Berikut Ceritanya :
Kisah Haru Mahameru, Selamat jalan Hanafi part 1
Sebelum meninggal Hanafi punya 2 keinginan, yang pertama dia ingin ke Gang Potlot, karena dia adalah anak Slankers.
Keinginan pertamanya sudah terpenuhi bersama sahabatnya anak Slankers Jombang.
Keinginan keduanya dia ingin menginjakan kakinya di Gunung Semeru, dan keinginan ini terpenuhi bersama dua sahabatnya yaitu Saha dan Faruq.
Ada banyak kisah mengharukan dalam perjalanan mereka pada waktu itu, hingga akhirnya Hanafi menghembuskan nafas terakhirnya di Ranu Kumbolo setelah keinginannya sudah terpenuhi.
Waktu itu pertengahan bulan Desember 2009, Mapala Indonesia mengadakan acara napak tilas Soe Hok Gie ke Gunung Semeru.
Soe Hok Gie adalah seorang aktivis sekaligus penulis yang mendirikan Mapala UI, Mapala pertama di Indonesia.
Soe Hok Gie meninggal di usia yang relatif muda pada 16 Desember 1969, hanya beberapa jam sebelum ulang tahunnya yang ke-27.
Soe Hok Gie meninggal di puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa karena menghirup gas beracun.
Dalam acara napak tilas itu pesertanya dari semua komunitas pecinta alam se indonesia.
Nah mendengar kabar itu, Saha dan ketiga temannya ada Faruq, Herman dan Hanafi berencana ikut serta dalam acara napak tilas tersebut untuk mewakii kota Jombang dan membawa nama Jago Adventure.
Dianatara mereka berempat, Herman lah yang sebumnya sudah pernah mendaki ke Gunung Semeru, jadi setidaknya mereka sudah ada teman yang udah pernah kesana, jadi bisa merangkul mereka yang belum pernah ke Gunung Semeru.
Singkat cerita setelah 1 hari sebelum pemberangkatan acara napak tilas soe hok gie, tiba-tiba Herman memberi kabar kalau dia tidak bisa ikut serta dalam acara tersebut.
Mendengar kabar itu mereka sedikit tersentak dan berunding kembali, karena disisi lain kondisi keuangan mereka sangatlah menipis.
Hanafi coba mengajak salah satu temannya untuk ikut menggantikan Herman, tapi temannya gak bisa karena mendadak dan belum ada persiapan sama sekali, disisi lain keuangan teman yang diajaknya itu juga menipis.
Hanafi coba merayunya lagi agar mau ikut dengan kata-kata,
"Udahlah ayo ikut, masalah uang yang penting cukup untuk berangkat, urusan pulang gampang"
Tapi temannya tetap tidak bisa ikut, karena disisi lain dia juga tidak ada persiapan fisik sama sekali untuk mendaki ke Gunung Semeru.
Akhirnya mereka (Saha, Hanafi dan Faruq) memutuskan untuk tetap berangkat bertiga.
Ke'esokan harinya mereka berangkat dari Jombang ke Tumpang
(Tumpang adalah salah satu daerah di Malang)
Sesampai disana mereka sempat berdiskusi lagi karena keuangan semakin menipis, dan di tumpang mereka bertemu dengan peserta napak tilas lainnya.
Saha bertanya pada Hanafi,
"Gimana Mang uangnya cukup nggak untuk kita ke Ranupani?"
Amang adalah nama panggilan dari Hanafi.
Lalu Hanafi menjawab,
"Sebenernya kurang, ini cuma cukup kita sampai Ranupani doang, dan untuk turunya gak cukup"
"Terus gimana? Apa kita tetep berangkat?", Tanya Saha kepada Hanafi.
"Udah kita tetep berangkat, untuk turunnya gampang, kita bisa numpang mobil sayur yang ke arah Lumajang, nanti kita kerumahku dulu, baru setelah itu kita balik ke Jombang", jawab Hanafi.
Tempat tinggal Hanafi adalah di Lumajang, tapi tinggal di Jombang untuk sekolah dan kuliah, disana dia tinggal dengan bibinya.
Akhirnya mereka berangkat ke Ranupani dengan menaiki kendara'an hardtop bersama peserta napak tilas lainnya.
Sesampai di Ranupani mereka berkumpul dengan peserta napak tilas lainnya dari berbagai daerah.
Sesampai di Ranupani mereka sempat berunding lagi soal keuangan untuk turun, dan satu kata dari Hanafi yang masih di'ingat,
"Nanti setelah ini kita pulang ke rumahku dulu ya, kalo udah sampai di rumahku dapat uang terus kita balik ke Jombang"
Setelah berunding akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat, pada waktu itu pendakian Gunung Semeru gak se-ramai sekarang, bahkan dulu tiket masuk pun belum ada
Lanjut Part 2...
Halaman selanjutnya bisa klik tombol di bawah ini...
Kisah Haru Mahameru, Selamat jalan Hanafi part 2
Perjalanan itu di bagi menjadi sekitar tujuh kelompok, Saha, Hanafi, dan Faruq mendapat kelompok terakhir, dan di kelompok itu kebanyakan pendaki udah senior.
Mulai berjalan, mereka berjalan dengan pelan sambil sesekali break untuk membuat kopi.
Mereka heran dengan para senior, ternyata kalau jalan santai banget sampai sempat membuat kopi dulu karena saking santainya dan waktu itu mereka tidak ada kendala sama sekali, kondisi mereka sangatlah fit.
Singkat cerita sampailah mereka di Ranu Kumbolo, sesampai disitu mereka break sambil merasakan indahnya danau ranu kumbolo.
Semua orang pasti akan kagum dengan keindahan danau Ranu Kumbolo.
Setelah puas beristirahat di Ranu Kumbolo, kurang lebih jam dua siang mereka lanjut berjalan ke Kalimati, di perjalanan mereka sangat have fun dan tidak lupa membuat kopi di sela-sela perjalanan hingga sampailah mereka di Kalimati, sesampai di Kalimati Hanafi sangat senang karena sudah bisa melihat puncak Mahameru.
Sesampai disitu mereka mendirikan tenda dan beristirahat karena nanti jam sebelas malam mereka berencana akan summit ke puncak Mahameru.
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, mereka semua bersiap-siap akan berjalan ke puncak Mamaheru, dan di kelompok 7 itu yang naik ada 5 orang termasuk mereka bertiga.
Sebelum berjalan mereka sempat berfikir,
"Ini beneran ya kita akan naik ke puncak".
Seakan gak percaya gitu, soalnya pas waktu di Kalimati itu kondisi mereka sudah sangat kecapekan, berbeda dengan kondisi sebelum sampai di Kalimati tadi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk tetep naik dan meminum suplemen agar bisa fit lagi.
Sebenernya waktu itu yang dikhawatirkan Saha adalah Faruq, karena Faruqlah yang lebih muda diantara mereka bertiga.
Berjalan dengan langkah pelan, sampailah mereka di Arcopodo, sesampai disitu langkah kaki semakin pelan, karena kondisi jalan menanjak yang penuh pasir dan berdebu.
Waktu itu kondisi Hanafi terlihat fit di depan Saha, tapi sebenernya Saha tau kalau Hanafi sangat kecapekan tapi dia tidak ingin membebani temannya dan Saha sebenernya sudah menunggu kata-kata Hanafi, "kalau memang capek ya nggak usah dilanjut mending kita turun aja".
Tapi Hanafi tetap bersikokoh untuk tetap lanjut berjalan ke puncak hingga akhirnya sampailah mereka di Cemoro Tunggal (pohon terakhir).
Sesampai disitu mereka senang karena bisa melihat lampu-lampu dari pendaki lain yang udah berjalan duluan diatasnya.
Mereka merasa udah berjalan paling belakang padahal sbenernya dibelakang mereka masih ada pendaki lain tapi masih jauh.
Tidak lama kemudian mereka lanjut berjalan naik dengan posisi Faruq di depan, Saha di tengah dan Hanafi di belakang.
Terus berjalan ketika sudah sampai di pertengahan antara Cemoro Tunggal dan puncak disitu barulah terlihat kalau Hanafi memang benar-brnar kelelahan, dia terduduk letih sambil menatap kebawah, sedangkan Faruq sudah berjalan lumayan jauh diatas.
Saha bertanya pada hanafi,
"Mang, kalau memang capek kita turun aja gpp".
Tapi hanafi tetap ingin lanjut ke puncak dan bilang,
" Kamu duluan susul Faruq, nanti aku nyusul".
Mendengar itu Saha berjalan duluan dan meminta Faruq untuk berhenti.
Sesampai saha di tempat Faruq, Hanafi menyusul, sesampai Hanafi di tempat Saha, Faruq berjalan.
Jadi jalan mereka saling menyusul.
Pagi telah tiba, terlihat matahari mulai terbit menyinari perjalanan mereka, dan disitu semua ego mulai terlihat.
Faruq tetap berjalan duluan karena ingin cepat sampai di puncak.
Saha dan Hanafi sempat berhenti lumayan lama sambil membayangkan,
"Enak ya yang dibawah yang nggak ikut naik, bisa menikmati kopi"
Saat itu Hanafi sedang terduduk sambil menatap kebawah, lalu Baha bilang,
"Gimana Mang? Aku duluan nyusul Faruq lagi ya nanti kamu nyusul aku".
Hanafi bilang iya.
Lalu Saha berjalan duluan meninggalkan Hanafi dan menyusul Faruq.
Sesampai Saha di tempat Faruq berjalan, ternyata Hanafi tidak menyusulnya.
Saha sudah berfikir kalau Hanafi memang benar-benar sudah kelelahan.
Setelah lama menunggu Saha dapat pesan pendaki yang mau naik,
"Mas, ini mas saha ya dari Jombang"
"Iya mas betul", jawab Saha.
"Tadi saya dapat pesan dari temennya dibawah katanya dia mau balik turun", kata pendaki yang akan naik itu,
"Oh iya mas terima kasih", jawab Saha.
Melihat Faruq yang udah berjalan jauh diatas Saha bingung antara kembali turun atau menyusul Faruq diatas, sementara puncak sudah terlihat dekat.
Lalu Saha titip pesan kembali melalui pendaki yang akan turun waktu itu,
"Mas nanti kalau ketemu pendaki dari Jombang tolong bilangin ke dia kalau saya ke puncak dulu sebentar, nanti saya susul setelah kembali dari puncak"
Lalu Saha bergegas berjalan keatas dan menyusul Faruq untuk ke puncak.
Setelah sampai di puncak Saha merasa menyesal karena tidak bisa berdiri di puncak Mahameru bersama-sama dengan Hanafi.
Next part 3 ...
Kisah Haru Mahameru, Selamat jalan Hanafi part 3
Di puncak mereka hanya sedikit berdokumentasi, yang penting sudah menunjukan kalau mereka perwakilan dari Jombang sudah sampai di puncak Mahameru.
Setelah itu Saha dan Faruq kembali turun untuk menyusul Hanafi.
Setelah sampai di jalur batu rock Saha melihat Hanafi sedang berjalan tertatih-tatih. Waktu itu hari udah lumayan siang.
Tadi yang niatnya hanafi ingin turun itu batal, karena mendengar pesan dari Saha yang dititipkan pada pendaki yang turun tadi.
Hanafi berusaha naik ke puncak untuk menyusul Saha dan Faruq.
Lalu saha menghampiri Hanafi yang waktu itu berjalan tertatih-tatih dan Saha bilang pada hanafi,
"Gimana mang, kita balik lagi ke puncak ta biar kamu bisa sampai ke puncak?"
"Tapi aku takut kalau ke puncak nanti asap wedhus gembel akan megharah ke puncak", jawab Hanafi yang sedang kelelahan.
Lalu saha mencoba untuk membuat Hanafi agar tidak kecewa.
"Yaudah Mang gpp, disini aja kamu udah sama seperti sampai di puncak kok".
Lalu saha meminta Hanafi untuk membuka bendera yang AWH yang dibawanya dan akan di foto untuk dokumentasi.
Setelah berdokumentasi Saha bilang,
"Udah kan, udah terpenuhi untuk sampai di Mahameru?"
"Lega ya rasanya bisa sampai disini"
Jawab hanafi sambil tersenyum.
"Yaudah sekarang sudah waktunya kita turun ya Mang", ucap Saha.
Mereka berdiri dari duduknya untuk bergegas turun, tapi Hanafi tidak berdiri, dia masih tetap di posisi duduknya berselonjoran.
Akhirnya Saha mengundur nitanya untuk turun waktu itu dan berdokumenrasi lagi.
Tidak lama kemudian hal yang sama terulang lagi, Faruq udah berjalan duluan, lalu Hanafi bilang pada Saha,
"Kamu duluan susul Faruq, nanti aku nyusul"
Sebelum Saha turun dulu untuk menyusul Faruq mereka bertemu dengan ketua kelompok 7 yang waktu itu juga akan turun.
Melihat itu Saha sedikit lega karena Hanafi ada temannya disitu dan dia bisa turun dulu untuk menyusul Faruq.
Berjalan turun, Saha dan Faruq berniat menunggu Hanafi di pohon terakhir, yaitu Cemoro Tunggal.
Setelah sampai di Cemoro Tunggal Saha dan Faruq duduk untuk menunggu Hanafi.
Lama menunggu, tapi Hanafi tidak juga terlihat. Karena sangat capek dan angin sepoi-sepoi mereka berdua tertidur di Cemoro Tunggal.
Tidak lama kemudian mereka terbangun dan melihat Hanafi belum juga datang menyusul, saha berfikir mungkin Hanafi sudah berjalan turun ketika mereka tertidur tadi.
Lalu saha mengajak Faruq untuk turun,
"Yaudah Ruq kita turun aja, mungkin tadi Amang udah jalan turun pas kita tidur, lagian Amang kan udah sama ketua kelompok tadi"
Dan mereka mereka berjalan turun.
Sesampai di Arcopodo Saha dan Faruq sempat berhenti lagi karena masih ragu, takutnya Hanafi masih diatas.
Tapi setelah lama menunggu Hanafi tidak kunjung datang, mereka berdua memutuskan untuk berjalan turun dan menunggunya di Kalimati.
Setelah sampai di Kalimati Saha mendapat kabar dari pendaki yang turun kalau diatas ada pendaki dari Jombang yang digendong karena kelelahan.
Tidak lama kemudian Saha melihat Hanafi sudah datang dan digendong sama ketua kelompok.
Melihat itu Saha langsung menghampirinya dan ganti menggendong Hanafi.
Saha menggendong hanafi ke shelter Kalimati, setelah sampai di shelter Hanafi langsung ditangani oleh tim medis napak tilas dari UI (Universitas Indonesia).
Ketika Hanafi sedang dalam penanganan tim medis, disisi lain Saha dan Faruq sedang rapat dengan peserta napak tilas lainnya dan membahas perjalanan turun.
Ketika sedang rapat tiba-tiba terdengar suara Hanafi dari dalam shelter sedang menggerung.
Mendengar itu Saha cepat-cepat datang ke shelter untuk menengeok keadaan Hanafi, ternyata disitu Hanafi terlihat sedang menggigil kedinginan hebat, lalu Saha memindahkan Hanafi ke dalam tenda agar lebih hangat.
Sesampai di tenda Hanafi masih tetap menggigil kedinginan sambil menggerung, Saha berfikir Hanafi sedang kesurupan, lalu dia bacakan doa-doa sebisanya.
Ketika Hanafi sedang menggigil kedinginan Hanafi sempat sebut-sebut nama cewek baju merah.
Nama cewek itu adalah Dian peserta napak tilas dari Jakarta.
Mendengar itu saha bertanya pada hanafi,
"Baju merah siapa mang? Dian ta?"
Tapi hanafi tidak menjawab dan hanya menggigil kedinginan.
Dian adalah wanita yang dikagumi Hanafi selama perjalanan napak tilas itu.
Tidak lama kemudian tiba-tiba Hanafi mengeluarkan busa dari mulutnya, melihat itu Saha sangat panik dia berfikir mungkin di dalam tenda ini terlalu pengap, lalu Hanafi dibawa keluar tenda ketika sudah berada diluar tenda tim medis datang untuk memberi pertolongan dengan memberinya oksigen, tapi oksigen dari tim medis tidak bertahan lama karena kehabisan.
Karena kehabisan bahan oksigen Saha mencoba memberi pertolongan dengan memberi nafas buatan pada Hanafi dengan memompa dadanya kemudian meniup bagian mulutnya, tapi busa yang keluar dari mulutnya Hanafi semakin banyak.
Saha tidak berputus asa, dia terus memberi nafas buatan pada Hanafi sambil dalam hati berkata,
"Ini temanku, aku gak mau kita pulang hanya berdua".
Tidak lama kemudian busa yang keluar dari mukutnya Hanafi sudah mulai berkurang.
Karena hari sudah mulai sore banyak kelompok yang memutuskan untuk turun dari Kalimati dan mau tidak mau mereka harus membawa Hanafi untuk turun ke Ranu Kumbolo malam ini juga, karena percuma kalau mau menunggu tim penolong dari bawa sampai disini, keburu keadaan Hanafi semakin memburuk.
Akhirnya saha memutuskan untuk mencari kayu dan menandu Hanafi turun ke Ranu Kumbolo dengan di bantu teman-teman lainnya.
Next part 4 ...
Kisah Haru Mahameru, Selamat jalan Hanafi part 4. Terakhir
Berjalan turun sambil menandu Hanafi.
Di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba Saha merasa Hanafi sangat berat sa'at menandunya. Hal yang sama juga dirasakan teman-teman yang ikut membatu menandunya.
Padahal tadi pas digendong di Kalimati tidak seberat ini, rasanya yang dipikul itu seperti bukan hanya Hanafi, tapi ada orang lain.
Saha tidak ingin berfikir negatif, ya mungkin memang dia sedang kelelahan karena memikul sambil membawa tas carier.
Sesampai di Oro-oro Ombo mereka semua sempet berhenti karena kecapekan, disitu Saha melihat wajah Hanafi semakin pucat dan Saha membasuh wajah Hanafi sambil berkata,
"Mang tahan ya Mang, sebentar lagi kita sampai di Ranu Kumbolo dan kita akan pulang bareng".
Tidak lama kemudian mereka lanjut berjalan hingga sampai di Ranu Kumbolo pada jam 2 malam.
Beruntungnya pada tahun 2009 itu di Ranu Kumbolo sudah ada bangunan shelter dan Saha membawa Hanafi masuk kedalam shelter tersebut.
Waktu normal perjalanan dari Kalimati ke Ranu Kumbolo yang kurang lebih 4 jam, waktu itu ditempuh Saha dalam waktu 8 jam.
Sesampai di shelter mereka menidurkan Hanafi di dalam shelter, dan teman-teman lainnya memasak untuk mereka, mulai dari memasak air hangat, membuatkan teh, kopi dll.
Tidak lama kemudian Hanafi sudah tidak menggigil lagi seperti sebelumnya tapi Saha tetap yakin kalau Hanafi masih hidup, dia mencoba mendengar denyut nadinya Hanafi dan masih terasa walaupun lambat.
Malam itu Saha dan Faruq tidur di dalam shelter bersama Hanafi dengan posisi Saha di sebelah kanannya dan Faruq di sebelah kirinya.
Pagi pun tiba, kurang lebih jam 5 pagi mereka terbangun, ketika mereka terbangun Hanafi akan di cek ke'adaannya oleh tim medis napak tilas.
Mereka berdua keluar dari shelter untuk berkumpul dengan teman-teman lainnya.
Ketika sedang berkumpul tiba-tiba Saha mendengar dari mulut ke mulut kalau Hanafi sudah pergi dan sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
Faruq percaya kalau Hanafi sudah pergi, tapi Saha tetap tidak percaya.
Saha bilang pada faruq,
"Aku bisa percaya kalau Amang tidak ada kalau kita sudah sampai di Ranupani".
Karena tim penolong tidak kunjung datang ke Ranu Kumbolo akhirnya Saha memutuskan untuk membawa Hanafi turun dengan menandunya dengan kayu sambil dibantu teman-teman lainnya.
Ketika ditandu itu posisi Hanafi sudah menumpangkan tangannya diatas perut.
Ketika sudah sampai pos 4 barulah mereka bertemu dengan tim penolong, lalu Hanafi dibawa turun duluan oleh tim penolong kebawah.
Setelah hanafi dibawa tim penolong kebawah teman-teman yang lain menenangkan Saha dan Faruq,
"Sabar ya bang",
Tapi dalam hati Saha masih belum percaya sebelum dia sampai di Ranupani.
Tidak lama kemudian mereka lanjut berjalan turun, pos demi pos pun dilewati dan sampailah mereka di pos 2.
Disitu mereka bertemu dengan om Don, beliau adalah seorang Fotografer, lalu om Don berkata pada mereka berdua,
"Sabar ya mas, mungkin ini sudah takdir dari yang maha kuasa".
Mulai dari situ Saha sedikit percaya kalau Hanafi memang sudah tidak ada, tapi belum sepenuhnya percaya.
Lalu om Don memotret mereka berdua untuk berdokumentasi.
Singkat cerita sampailah mereka di pos 1, di pos 1 mereka dapat sinyal, kemudian Saha menelfon Babe untuk memberinya kabar.
(Babe adalah nama panggilan dari temannya Saha , Faruq dan Hanafi di jombang).
Dalam telfon Saha berkata,
"Be, sepurone yo sing wingi budal wong 3 saiki mung iso balik wong 2 tok"
Artinya : Be, ma'af ya, yang kemarin kita beramgkat bertiga, sekarang hanya bisa balik berdua.
Lalu babe menjawab,
"Maksudnya apa? yang jelas kalau ngomong"
"Ya kita gak bisa kembali bertiga Be", jawab Saha dengan sedih.
Lalu Faruq menyahut hpnya Saha dan bilang kepada Babe dengan singkat dan jelas.
"Be, Amang udah gak ada!"
Dari situ Babe tau kalau Hanafi sudah tidak ada.
Yang sebelumnya mereka tidak pernah nangis, seketika itu mereka nangis karena kepergian Hanafi.
Setelah itu mereka berjalan turun, ketika sampai di jalan aspal mereka dijemput dengan kendara'an motor dan diantar ke rumah salah satu warga Ranupani, sesampai disitu terlihat ramai oleh warga, polisi dan ambulance.
Dan disitu Saha baru percaya kalau Hanafi memang benar-benar sudah pergi dengan tenang.
Saha di'introgasi polisi tentang kejadian itu, ketika sedang di'introgasi Faruq pamit ke kamar mandi.
Lalu jenazah almarhum Hanafi dimasukan kedalam ambulance dan Saha diminta untuk ikut.
Saha bilang pada polisi,
"Sebentar pak, masih ada teman 1 lagi di kamar mandi"
"Udah gpp, biar nanti sama teman lainnya yang penting sekarang kamu ikut dulu", jawab pak polisi.
Jenazah almarhum Hanafi di bawa ke RS di daerah Lumajang.
Ketika sudah sampai di RS Saha melihat almarhun Hanafi sudah ada di kamar mayat.
Lalu saha ikut ke rumahnya Hanafi di Lumajang untuk ikut memakamkan almarhum.
Selama 7 hari Saha tinggal di rumah almarhum.
Keluarga almarhum sangat sedih atas keperigian almarhum, sampai-sampai meminta Saha agar tinggal aja disitu, karena perilakunya Saha selama di rumah itu, mirip sekali dengan perilaku almarhum ketika berada di rumah.
7 hari kemudian Babe dan Faruq datang kerumahnya almarhum untuk ziarah dan dan menjemput Saha untuk kembali ke jombang.
... End ...
Kutipan Penerbit :
Saya minta tolong untuk semua temen-temen yang udah membaca ini untuk turut mendo'akan almarhum Hanafi ya...
Tonton di Yutube
Sumber Yutube : LVDS Channel
Jangan lupa membaca sampai selesai ya, karna ada banyak sekali pelajaran yang dapat sobat petik dari cerita almarhum Hanafi di atas.
Cerita ini menurut mimin sangat menarik, walaupun terjadi pada tahun 2009 tatapi rasa haru nya memang terasa sampai kini ketika dibaca kembali.
Bagaimana menurut sobat tentang cerita di atas? sharing dikolom komentar ya...Oiya tidak lupa juga berikan doa untuk almarhun Hanafi ya, Semoga diberikan tempat terbaik disisi-Nya
Baca Juga :
Kisah Ririn tahun 2008, Wanita yang berubah menjadi Pocong di Gunung Salak
Solo Hiking Gunung Salak, bertemu hal tak terduka - Yesi Oktavia
Nah itulah Cerita tentang kisah almarhum Hanafi di Gunung Semeru...Percaya atau tidak kembali pada kepercayaan masing-masing ya.
Semoga Bermanfaat, Terima kasih
Selasa, 23 Februari 2021
Cerita Mistis Gunung Semeru, Pertemuan Terakhir di Ranu Kumbolo. Part 1 - 4
Halo sobat membaca, kali ini mimin mau share sebuah cerita mistis pendakian pada tahun 2013 silam yang di alami seorang laki-laki bernama Eka saat melakukan pendakian bersama pasangan-nya di gunung semeru, jawa timur.
Namun sayang, Pendakian itu menjadi pertemuan terakhir Eka dengan pasangan nya, Kisah horor namun sedih ini di ceritakan melalui salah satu akun yutube bernama LVDS Channel.
Cerita ini terbagi menjadi 4 halaman, halaman selanjutnya bisa klik di bagian bawah artikel ya...
Berikut Cerita Lengkap Perjalanan nya:
Cerita Mistis Gunung Semeru, Pertemuan terakhir di Ranu Kumbolo part 1
Sebelumnya kenalkan aku Eka.
Pada tahun 2013 lalu aku harus kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, dia adalah Erna, gadis cantik yang waktu itu masih berusia 20 tahun, tidak selang jauh dari umurku yang masih 21 tahun.
Aku kenal kerna sejak kami masih duduk di bangku sekolah dan aku berniat meminangnya setelah kami sama-sama menyelesaikan pendidikan S1.
Senin, 22 Februari 2021
9 Tips Lengkap Memilih Sleeping Bag (SB) yang cocok untuk Mendaki Gunung
Dalam pendakian gunung membawa Sleeping Bag (SB) adalah hal yang sangat wajib, jika anda tidur di area bersuhu dingin tanpa bantuan Sleeping bag akan membuat anda tidak akan tenang, pasalnya anda akan kedinginan sepanjang malam.
Sleeping Bag atau kantung tidur adalah alat yang biasa dipakai para pendaki untuk menahan panas tubuh dan melindungi tubuh dari suhu dingin saat tidur, fungsinya seperti selimut, tetapi lebih rapat dan bersifat membungkus ketika digunakan.
Cara memilih sleeping bag tidak jauh berbeda dengan anda ketika memilih jaket gunung, tatapi tetap banyak hal-hal yang harus diperhatikan mulai dari ukuran, bahan, dan juga kemampuan isolasi yang memenuhi kebutuhan untuk menahan dingin.
Berikut adalah tips memilih sleeping bag :
1. Ukuran
Sebenarnya rata-rata sleeping bag memiliki ukuran all size, tetapi banyak juga sleeping bag yang di buat sedikit berbeda.
Pastikan sebelum membeli untuk check ulang ukuran sleeping bag dengan besar dan tinggi badan anda, ukuran standart pada sb berkisar 1,8 meter.
- Pilihlah sleeping bag yang lebih panjang dari tinggi anda, baiknya dilebihkan 20-30cm
- Jika anda memiliki tinggi diatas 1,8m, pilihlah sb dengan rentan yang lebih besar, karna alsize akan membuat anda tidak nyaman.
- Pastikan sleeping bag ketika dipakai tidur kaki anda tidak harus menekuk sepanjang malam atau sleeping bag tidak sampai menutupi kepala anda.
- Tidak direkomendasi memilih sleeping bag yang memiliki ukuran packing terlalu besar, karna akan memakan tempat di dalam tas.
2. Bahan
Perusahaan-perusahaan outdoor memiliki sleeping bag dengan kualitas yang berbeda-beda, namun kualitas sleeping bag sangat bergantung pada bahan yang digunakan, Sebab bahan yang berkualitas mempunyai isolasi yang lebih baik.
Berikut beberapa jenis bahan sleeping bag :
Bulu Angsa
Bahan dasar bulu angsa ini menjadi favorite para pendaki karna memang terbukti memiliki isolasi yang sangat baik ketika berada pada suhu dingin, harga sleeping bag berbahan bulu angsa sangat bervariasi, tetapi untuk yang memiliki tingkat kualitas tinggi harganya akan sangat mahal.
Dacron
Bahan dasar dacron memiliki tingkatan pada ketebalan dacron di dalam sleeping bag itu sendiri, lebih banyak lebih baik, tetapi semakin banyak dacron semakin memakan ukuran packing.
Polar
Polar juga cukup popular dalam hal sleeping bag, tetapi rasanya bahan polar lebih baik di campur oleh dacron/bulu angsa sebagai lapisan dasar sleeping bag, karna jika hanya hanya polar yang berlapis polyester tidak akan memberikan isolasi yang cukup baik.
- Bahan bulu angsa baiknya yang memiliki lapisan luar sintetis dan lapisan dasar berupa thermal untuk menahan panas.
- Sleeping bag dari bulu angsa yang memiliki kualitas biasanya dapat menahan dingin dalam keadaan suhu extrim.
- Sleeping bag dengan bahan dacron sangat benyak memiliki campuran bahan mulai dari polar, polyester, thermal sampai nylon sintetis.
- Semakin tebal dacron pada sleeping bag semakin baik juga kehangatan yang diperoleh, tetapi akan semakin memakan tempat juga pada besar packing.
- Polar yang hanya berlapis polyester tidak memberikan isolasi yang cukup baik, baiknya memilih polar yang memiliki campuran lainnya.
- Sleeping bag berbahan polar biasanya memiliki ukuran packing yang lebih kecil dan ringan.
- Untuk iklim indonesia biasanya para pendaki memilih sleeping bag berbahan polar yang dicampur dacron, selain harga yang cukup terjangkau campuran bahan ini juga cukup menghangatkan pada suhu dingin.
3. Memiliki Penutup Kepala
Walaupun rata-rata sleeping bag modern sudah dilengkapi dengan penutup kepala, Tidak ada salah nya jika anda check kembali. pastikan dibagian atas terdapat kupluk/hoody untuk memberikan kehangatan di bagian kepala dan mencegah panas keluar dari kepala saat tidur.
4. Bentuk Sleeping Bag
![]() |
| Sumber : Phinemo.com |
Sleeping bag mempunyai beberapa bentuk, antara lain Mummy, Tappered dan Rectangle
Mummy : Layaknya mummy pada umumnya, sleeping bab ini berbentuk seperti kerucut mengikuti bentuk tubuh dari kepala hingga kaki.
Tappered : Tappered memiliki dimensi lebar yang sama dari kepala hingga kaki, memiliki pola persegi panjang.
Rectangle : Retangle lebih terkesan seperti selimut kotak persegi, namun memiliki resleting dan penutup seperti sleeping bag pada umumnya.
- Bentuk Mummy dan Tappered lebih ideal di gunakan dalam pendakian gunung.
- Rectangle lebih cocok untuk bersantai, bisa saat tidur di luar ruangan, tetapi tidak dalam pendakian.
- Periksa tag pada sleeping bag ketika membeli, tag biasanya berisi gambar ketika sleeping bag sudah di buka 100%
5. Water Resistant, Water Repplent dan Waterproof
Tiga hal di atas adalah ketahanan bahan jika terkena air, periksalah kembali kebutuhan anda, lingkungan seperti apa dan sleeping bag jenis mana yang dibutuhkan, namun bahan-bahan yang memiliki ketahanan air biasanya memiliki harga yang cukup tinggi, bahkan sangat tinggi.
Di iklim indonesia sendiri biasanya tanpa 3 hal diatas sleeping bag sudah cukup baik, hanya saja jika diperlukan hal ini sangat bermanfaat untuk lebih safety.
Resistant : Resistent memiliki daya menahan air yang paling rendah, resistent hanya menahan air seperti percikan dan gerimis.
Repplent : Repplent pada tahapan ke kedua memiliki daya yang cukup baik dalam menahan air, tetapi tidak dengan curah besar.
Waterproof : Waterproof sudah pasti anti air, jika anda memilih waterproof rasanya tidur di bawah langit dengan sleeping bag tidak akan masalah.
- Lapisan Resistant,Repplent dan Waterproof biasanya hanya terdapat di bahan bagian dasar luar sleeping bag.
- Ini sangat berfungsi ketika sleeping bag anda tanpa sadar terkena bocoran hujan atau tersiram air.
- Harga tingkatan diatas memiliki rentan berbeda-beda, Waterproof jelas memiliki harga lebih tinggi.
- Waterproof dapat digunakan di pegunungan es, fungsi utamanya menahan kelembapan dan percikan es/salju
6. Resleting
Pastikan Sleeping bag anda memiliki resleting dari ujung kaki hingga ke bagian leher, pilihlah resleting yang baik dan memiliki ketahanan yang lama. hal ini akan memudahkan anda ketika memakai sleeping bag dan ketika mencuci agar lebih cepat kering.
7. Ventilasi Wajah
Sleeping bag modern sudah pasti memiliki ventilasi pada kepala untuk wajah agar dapat tetap mendapat oksigen cukup ketika tidur, namun pada beberapa kasus sleeping bag tidak memiliki kenyamanan ventilasi saat tidur, entah terlalu rapat atau terlalu renggang.
- Pastikan pemilihan yang tepat pada ventilasi lubang wajah, serta fitur-fitur tambahan lainnya.
- Ventilasi yang terlalu besar akan mengakibatkan panas tubuh lebih cepat hilang.
- Terlalu rapat memang akan memberikan kehangatan lebih cepat, tetapi mungkin tubuh akan lebih sulit mengatur panas tubuh yang keluar.
- Baiknya ventilasi di sesuaikan kenyamanan anda saat tidur.
8. Ukuran Packing
Sleeping bag yang memiliki kehangatan tinggi biasanya memiliki ukuran yang lebih besar tetapi ini tidak mutlak, walaupun tetap ringan, namun hal ini sedikit akan memakan tempat di dalam tas anda.
- Sesuaikan packing pada sleeping bag sesuai kebutuhan anda dan isi tas anda.
- Packing ideal sleeping bag berkisar 25-35cm
- terlalu besar akan menyempitkan isi tas anda
- Packing sleeping bag bisa dijadikan bantal saat bersantai
9. Sarung Sleeping Bag
Yang terakhir adalah sarung penutup/bungkus untuk sleeping bag, ini menjadi hal penting, menjadi lapisan paling luar yang menutup sleeping bag ketika tidak dipakai dan memangkas sleeping bag agar lebih kecil.
Pastikan sarung sleeping bag anda memiliki tingkatan tahan air, hal ini bertujuan agar ketika tas mengalami kebocoran ketika hujan atau menyebrang sunyai tidak akan berdampak pada isi bahan di dalam sleeping bag.
- Bahan sarung bisa berupa sintetis, polyester, ultralight, goretex atau yang lainnya.
- Jika sarung sleeping bag tidak memiliki ketahanan air, gunakan pembungkus seperti kantong plastik untuk berjaga-jaga agar sleeping bag tidak mengalami kebocoran.
Itulah beberapa cara mengetahui dan memilih Sleeping bag yang baik, pilihlah sleeping bag yang sesuai kebutuhan anda, lingkungan anda dan tempat apa yang akan anda tuju serta seberapa penting nya anda bergantung pada sleeping bag.
Baca Juga :
Mengetahui Gejala dan Penanganan Hipotermia
Kebutuhan menahan dingin serta kenyamanan tidur terletak pada batasan diri anda, banyak faktor-faktor penyebab hipotermia, namun banyak pula cara mencegah hipotermia, termasuk memilih sleeping bag yang sesuai kemampuan tubuh anda menjaga agar tetap hangat ketika tidur.
Sekian informasi ini, Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.
Kamis, 11 Februari 2021
16 Cara Mengurangi Rasa Dingin Ketika Mendaki Gunung, Terbaru dan Spesifik
Seperti yang mimin bilang pada Postingan sebelumnya, Suhu dingin di pegunungan itu adalah hal yang sangat wajar sebab tekanan udara yang semakin menurun menjadikan suhu yang menurun juga.
Tapi pernah gaksih sobat punya temen yang rewel banget di jalan, eh eh pas udah kedinginan dia diem aja?hahaha biasanya hal ini banyak kejadian saat sobat mendaki gunung ya.
Yang tadinya mau heppy-heppy nikmati suasana malah sibuk sendiri nyari cara biar ga dingin, alhasil kita hanya diem aja di dalam tenda.
Nah berhubung kemarin mimin nulis 11 Cara Adaptasi Cuaca Dingin sebelum Mendaki Gunung di rumah. Kali ini mimin bakal bikin tips, bagaimana sih cara ngurangin rasa dingin ketika sobat sedang mendaki gunung?
Berikut Tips nya : Kita mulai dari mendasar....
Melatih Fikiran :
1. Rasakan Suhu Dingin yang Sebenarnya
Daripada sobat memikirkan seberapa dingin suhu yang lagi di rasakan di gunung, lebih baik sobat keluar tenda dan coba rasakan suhu yang sebenarnya, buat ini menjadi lebih mudah ya sobat, coba resapi dan nikmati dingin nya.


















