Sweeper Backpacker -->

Sabtu, 10 September 2022

Kisah Horor Gunung Gede Pangrango ! Akibat Khodam Sampai Harus Hilang Ingatan. Part 1 - 4

Kisah Rina dan Mawar Gunung Gede Pangrango

Sebuah cerita Pengalaman yang sangat menarik, yang pernah dialami oleh 7 yang tidak sengaja bertemu didalam satu Pendakian Gunung Gede Pangerango daerah Cianjur, Sukabumi, Jawa Barat.

Kisah nyata ini bermula pada tanggal 3 April tahun 2014 silam tepatnya 8 Tahun yang lalu, dimana kisah haru dan duka harus mereka rasakan ketika bertemu untuk pertama kalinya.

Selasa, 24 Mei 2022

Jumat, 20 Mei 2022

Rabu, 18 Mei 2022

Selasa, 17 Mei 2022

Akibat Mengotori Patung dengan Air Seni di Gunung Arjuno via Purwosari. Kisah Mistis Pendakian Full Version

Kisah Mistis Gunung Arjuna

Bagi siapapun yang sedang membaca artikel kali ini semoga kalian diberikan kesehatan, kelancaran dalam segala urusan, dan selalu dalam lindungan Tuhan YME.

dan diartikel kali ini saya akan membahas Tentang kisah Mistis pendakian yang terjadi pada tahun 2015 silam, kejadian ini terjadi di Gunung Arjuno yang terletak di Jawa timur

Senin, 16 Mei 2022

(Terbaru 2022) Transportasi Biaya ke Gunung Sindoro via Kledung dari Jakarta, pulang pergi cukup 300ribu

Transportasi dari Jakarta ke Gunung Sindoro

Gunung Sindoro adalah nama lain dari Sindara atau Sundoro, memiliki ketinggian 3153 meter diatas permukaan laut dan terletak di antara kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung – Jawa Tengah, Indonesia.

(Terbaru 2022) Transportasi Biaya ke Gunung Cikuray via Pemancar dari Jakarta. Pp 250/orang

Biaya Transportasi Gunung Cikuray

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia

Minggu, 12 September 2021

Biaya Transportasi Bus ke Gunung Prau via Patak Banteng dari Jakarta, Pulang-pergi cukup 300 ribu !

 

Transportasi Ke Gunung Prau dari Jakarta

Gunung Prahu atau Gunung Prau berada di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah Indonesia dan terbentang diantara 4 Kabupaten, Kabupaten Kendal, Batang, Tamanggung dan Wonosobo.

Tidak diragukan lagi, Sejak dulu Prau menjadi salah satu destinasi favorite para pendaki di tanah air, meskipun ketinggian nya tidak terlalu extream namun

Gunung ini menawarkan keindahan yang seakan tidak terbatas, mulai dari Bukit Teletubis, Panorama Gunung Sindoro, Sumbing, Slamet, dan SunMori serta masih banyak lagi di Gunung Prau.

Tentang Gunung Prau :

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 Mdpl. Track-nya pun tergolong tidak terlalu extream, namun tetap butuh ke hati-hatian, Menuju puncak Prau juga tidak begitu lama, kurang-lebih cukup 3 jam saja dari Basecamp.

Namun mungkin beberapa dari sobat bertanya-tanya dan mencari informasi bagaimana menuju ke Gunung Prau dan berapa besar Biaya yang dibutuhkan?

Baik, kali ini saya akan mengulas perjalanan menuju Gunung Prau, Khususnya dari Ibukota Jakarta menuju Basecamp Patak Banteng

Patak Banteng sendiri ialah nama Desa yang dijadikan nama salah satu jalur yang paling diminati untuk menuju Puncak Gunung Prau. Terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.

Prau memiliki Jalur lainnya, Antara lain :

  • Jalur Prau via Dieng
  • Jalur Prau via Wates
  • Jalur Prau via Kalilembu
  • Jalur Prau via Dwarawati

Akses menuju Basecamp Patak Banteng tidak lah sulit, dari Jakarta kita hanya melakukan setidaknya dua kali transit hingga sampai di Desa Patak Banteng.

Berikut Artikelnya :

Kali ini saya hanya menggunakan Bus untuk perjalanan menuju Desa Patak Banteng, Jawa Tengah.

Karna menurut saya menggunakan Bus adalah hal yang paling simple untuk menuju Gunung Prau dan tentu di informasi ini saya akan meminimalisir biaya perjalanan.

Terminal Jakarta ke Terminal Mendolo :

Untuk menuju Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Pertama-tama kita harus memilih Bus jurusan Terminal Mendolo, Wonosobo. 

dari Terminal Jakarta kalian bisa menggunakan jenis Bus seperti Sinar Jaya, Murni Jaya atau yang lainnya, Estimasi Biaya kurang-lebih Rp.100.000-150.000/orang

Lama perjalanan kurang-lebih 9-12 jam perjalanan(tergantung joki bus)

Terminal Mendolo :

Terminal Mendolo adalah Terminal utama di kabupaten Wonosobo, dan menjadi terminal yang biasa digunakan para pendaki menuju Gunung Prau, Sumbing, Sindoro dan beberapa Gunung lainnya.

Sesampainya di Mendolo kalian bisa langsung mencari angkutan umum menuju Basecamp Patak Bateng.

Terminal Mendolo - Basecamp Patak Banteng :

Untuk menuju ke Desa Patak Banteng ada beberapa pilihan angkutan umum, mulai dari Elf, Angkutan Umum(angkot)sampai Mobil losbak dengan biaya kurang-lebih Rp.20.000-30.000/orang

Perjalan ditempuh sekitar 30 menit - 1 jam perjalanan dengan kontur jalur yang mulai menanjak.

Desa Patak Banteng :

Sebelum sampai di Desa Patak Banteng kalian akan turun di persimpangan gapura, untuk menuju Basecamp kalian harus berjalan sedikit, sekitar 15 menit hingga tiba di Basecamp Patak Banteng.

Note : Bagi yang males berjalan bisa menggunakan ojek yang tersedia di persimpangan ini, tetapi untuk biaya saya kurang tahu.

Basecamp Patak Banteng :

Sesampainya di Patak Banteng kalian tinggal memilih tempat yang tersedia untuk istirahat, Pesan makan, besok isi Simaksi, Selamat Mendaki.

Total Biaya Perjalanan :

Terminal Jakarta - Terminal Mendolo : Rp.100.000-150.000-,

Terminal Mendolo - Desa Patak Banteng : Rp.20.000-30.000-,

Total Perjalan Pergi : Rp.120.000-180.000/Orang

Jika di akumulasikan Pulang-Pergi cukup dengan biaya Rp.240.000-360.000/Orang untuk estimasi biaya menuju Gunung Prau dari Jakarta.

==

Baca Juga

Transportasi Biaya menuju Gunung Slamet via Bambangan dari Jakarta

Biaya Transportasi ke Gunung Lawu via Candi Cetho dari Jakarta

Kenali Gejala dan cara mengatasi Hipotermia ketika Mendaki Gunung

Lumayan terjangkau lah ya untuk membayar keindahan Gunung Prau ini.

Biaya ini berlaku untuk pendakian Solo/kelompok ya, karna sama saja,tetapi lebih baik berkelompok sih wkwkw dan Estimasi Terminal Berlaku untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.

Tips : Jago Nego saja untuk meminimalisir Biaya perjalanan, karna perjalanan simple dan mudah untuk di akses.

Note :

Ini hanyalah estimasi perjalanan, usahakan membawa uang lebih/tidak cekak, karna perjalanan setiap orang pasti berbeda-beda dan artikel ini hanya membahas tentang biaya transportasi, jadi untuk biaya logistik dll tidak dijelaskan ya.

Keep safety. Jaga kebersihan dan bawa turun sampahmu.

Jika ada yang ingin ditanyakan koment di bawah ya:)

Semoga bermanfaat. dan jangan lupa share ya. Terima Kasih.

Biaya Transportasi ke Gunung Slamet via Bambangan dari Jakarta. PP cukup Rp.265 Ribu !!

Biaya Transportasi Gunung Slamet dari Jakarta

Tentang Gunung Slamet : 

Gunung Slamet adalah sebuah Gunung kerucut yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. 

Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, Yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Slamet memiliki ketinggian 3428 MDPL, Gunung yang masih aktif ini masuk masuk dalam urutan ke 7 dalam daftar Gunung tertinggi di Indonesia dan menjadi Gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Rabu, 24 Februari 2021

Kisah Haru Gunung Semeru, Selamat jalan Muh Hanafi. (Full version)

Beberapa dari sobat mungkin sudah pernah melihat cerita ini sebelumnya, Kisah nyata yang terjadi pada September 2009 silam ketika sdr Muhammad Hanafi mencoba menggapai Puncak Mahameru.

Sayangnya upaya Hanafi harus gagal dalam perjalanan pulang ketika ia di tandu menuju Ranu Pani, ia juga sebelumnya sempat mengalami stamina drop dan terserang Hipotermia sampai harus digendong turun dari Kalimati ke Ranu kumbolo.

Kepergian Hanafi meninggalkan haru hingga saat ini, Kisah nya terus dikenang dalam sejarah dekapan Gunung Semeru.

Channel : LVDS CHANNEL 
Link video Yt : Kisah Hanafi di Mahameru
Narasumber : Bang Saha(Sahabat almarhum Hanafi)

Cerita ini memiliki 1-4 halaman, untuk part 2,3,4 bisa klik tombol dibawah postingan ya sob...

Berikut Ceritanya :

Kisah Haru Mahameru, Selamat jalan Hanafi part 1

Sebelum meninggal Hanafi punya 2 keinginan, yang pertama dia ingin ke Gang Potlot, karena dia adalah anak Slankers.

Keinginan pertamanya sudah terpenuhi bersama sahabatnya anak Slankers Jombang.

Keinginan keduanya dia ingin menginjakan kakinya di Gunung Semeru, dan keinginan ini terpenuhi bersama dua sahabatnya yaitu Saha dan Faruq.

Ada banyak kisah mengharukan dalam perjalanan mereka pada waktu itu, hingga akhirnya Hanafi menghembuskan nafas terakhirnya di Ranu Kumbolo setelah keinginannya sudah terpenuhi.

Waktu itu pertengahan bulan Desember 2009, Mapala Indonesia mengadakan acara napak tilas Soe Hok Gie ke Gunung Semeru.

Soe Hok Gie adalah seorang aktivis sekaligus penulis yang mendirikan Mapala UI, Mapala pertama di Indonesia.

Soe Hok Gie meninggal di usia yang relatif muda pada 16 Desember 1969, hanya beberapa jam sebelum ulang tahunnya yang ke-27.

Soe Hok Gie meninggal di puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa karena menghirup gas beracun.

Dalam acara napak tilas itu pesertanya dari semua komunitas pecinta alam se indonesia.

Nah mendengar kabar itu, Saha dan ketiga temannya ada Faruq, Herman dan Hanafi berencana ikut serta dalam acara napak tilas tersebut untuk mewakii kota Jombang dan membawa nama Jago Adventure.

Dianatara mereka berempat, Herman lah yang sebumnya sudah pernah mendaki ke Gunung Semeru, jadi setidaknya mereka sudah ada teman yang udah pernah kesana, jadi bisa merangkul mereka yang belum pernah ke Gunung Semeru.

Singkat cerita setelah 1 hari sebelum pemberangkatan acara napak tilas soe hok gie, tiba-tiba Herman memberi kabar kalau dia tidak bisa ikut serta dalam acara tersebut.

Mendengar kabar itu mereka sedikit tersentak dan berunding kembali, karena disisi lain kondisi keuangan mereka sangatlah menipis.

Hanafi coba mengajak salah satu temannya untuk ikut menggantikan Herman, tapi temannya gak bisa karena mendadak dan belum ada persiapan sama sekali, disisi lain keuangan teman yang diajaknya itu juga menipis.

Hanafi coba merayunya lagi agar mau ikut dengan kata-kata,

"Udahlah ayo ikut, masalah uang yang penting cukup untuk berangkat, urusan pulang gampang"

Tapi temannya tetap tidak bisa ikut, karena disisi lain dia juga tidak ada persiapan fisik sama sekali untuk mendaki ke Gunung Semeru.

Akhirnya mereka (Saha, Hanafi dan Faruq) memutuskan untuk tetap berangkat bertiga.

Ke'esokan harinya mereka berangkat dari Jombang ke Tumpang

(Tumpang adalah salah satu daerah di Malang)

Sesampai disana mereka sempat berdiskusi lagi karena keuangan semakin menipis, dan di tumpang mereka bertemu dengan peserta napak tilas lainnya.

Saha bertanya pada Hanafi,

"Gimana Mang uangnya cukup nggak untuk kita ke Ranupani?"

Amang adalah nama panggilan dari Hanafi.

Lalu Hanafi menjawab,

"Sebenernya kurang, ini cuma cukup kita sampai Ranupani doang, dan untuk turunya gak cukup"

"Terus gimana? Apa kita tetep berangkat?", Tanya Saha kepada Hanafi.

"Udah kita tetep berangkat, untuk turunnya gampang, kita bisa numpang mobil sayur yang ke arah Lumajang, nanti kita kerumahku dulu, baru setelah itu kita balik ke Jombang", jawab Hanafi.

Tempat tinggal Hanafi adalah di Lumajang, tapi tinggal di Jombang untuk sekolah dan kuliah, disana dia tinggal dengan bibinya.

Akhirnya mereka berangkat ke Ranupani dengan menaiki kendara'an hardtop bersama peserta napak tilas lainnya.

Sesampai di Ranupani mereka berkumpul dengan peserta napak tilas lainnya dari berbagai daerah.

Sesampai di Ranupani mereka sempat berunding lagi soal keuangan untuk turun, dan satu kata dari Hanafi yang masih di'ingat,

"Nanti setelah ini kita pulang ke rumahku dulu ya, kalo udah sampai di rumahku dapat uang terus kita balik ke Jombang"

Setelah berunding akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat, pada waktu itu pendakian Gunung Semeru gak se-ramai sekarang, bahkan dulu tiket masuk pun belum ada

Lanjut Part 2...

Halaman selanjutnya bisa klik tombol di bawah ini...

1 2 3 4

Tonton di Yutube

Sumber Yutube : LVDS Channel

Jangan lupa membaca sampai selesai ya, karna ada banyak sekali pelajaran yang dapat sobat petik dari cerita almarhum Hanafi di atas.

Cerita ini menurut mimin sangat menarik, walaupun terjadi pada tahun 2009 tatapi rasa haru nya memang terasa sampai kini ketika dibaca kembali.

Bagaimana menurut sobat tentang cerita di atas? sharing dikolom komentar ya...Oiya tidak lupa juga berikan doa untuk almarhun Hanafi ya, Semoga diberikan tempat terbaik disisi-Nya

Baca Juga : 

Kisah Ririn tahun 2008, Wanita yang berubah menjadi Pocong di Gunung Salak

Solo Hiking Gunung Salak, bertemu hal tak terduka - Yesi Oktavia

Cerita Mistis 12 Jam menuruni Gunung Gede via Putri

Nah itulah Cerita tentang kisah almarhum Hanafi di Gunung Semeru...Percaya atau tidak kembali pada kepercayaan masing-masing ya.


Semoga Bermanfaat, Terima kasih

Selasa, 23 Februari 2021

Cerita Mistis Gunung Semeru, Pertemuan Terakhir di Ranu Kumbolo. Part 1 - 4

Halo sobat membaca, kali ini mimin mau share sebuah cerita mistis pendakian pada tahun 2013 silam yang di alami seorang laki-laki bernama Eka saat melakukan pendakian bersama pasangan-nya di gunung semeru, jawa timur.

Namun sayang, Pendakian itu menjadi pertemuan terakhir Eka dengan pasangan nya, Kisah horor namun sedih ini di ceritakan melalui salah satu akun yutube bernama LVDS Channel.

Cerita ini terbagi menjadi 4 halaman, halaman selanjutnya bisa klik di bagian bawah artikel ya...

Berikut Cerita Lengkap Perjalanan nya:

Cerita Mistis Gunung Semeru, Pertemuan terakhir di Ranu Kumbolo part 1


Sebelumnya kenalkan aku Eka.

Pada tahun 2013 lalu aku harus kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, dia adalah Erna, gadis cantik yang waktu itu masih berusia 20 tahun, tidak selang jauh dari umurku yang masih 21 tahun.


Aku kenal kerna sejak kami masih duduk di bangku sekolah dan aku berniat meminangnya setelah kami sama-sama menyelesaikan pendidikan S1.

Senin, 22 Februari 2021

9 Tips Lengkap Memilih Sleeping Bag (SB) yang cocok untuk Mendaki Gunung

Dalam pendakian gunung membawa Sleeping Bag (SB) adalah hal yang sangat wajib, jika anda tidur di area bersuhu dingin tanpa bantuan Sleeping bag akan membuat anda tidak akan tenang, pasalnya anda akan kedinginan sepanjang malam.

Sleeping Bag atau kantung tidur adalah alat yang biasa dipakai para pendaki untuk menahan panas tubuh dan melindungi tubuh dari suhu dingin saat tidur, fungsinya seperti selimut, tetapi lebih rapat dan bersifat membungkus ketika digunakan.

Cara memilih sleeping bag tidak jauh berbeda dengan anda ketika memilih jaket gunung, tatapi tetap banyak hal-hal yang harus diperhatikan mulai dari ukuran, bahan, dan juga kemampuan isolasi yang memenuhi kebutuhan untuk menahan dingin.

Berikut adalah tips memilih sleeping bag :

1. Ukuran

cara memilih sleeping bag

Sebenarnya rata-rata sleeping bag memiliki ukuran all size, tetapi banyak juga sleeping bag yang di buat sedikit berbeda.

Pastikan sebelum membeli untuk check ulang ukuran sleeping bag dengan besar dan tinggi badan anda, ukuran standart pada sb berkisar 1,8 meter.

  • Pilihlah sleeping bag yang lebih panjang dari tinggi anda, baiknya dilebihkan 20-30cm
  • Jika anda memiliki tinggi diatas 1,8m, pilihlah sb dengan rentan yang lebih besar, karna alsize akan membuat anda tidak nyaman.
  • Pastikan sleeping bag ketika dipakai tidur kaki anda tidak harus menekuk sepanjang malam atau sleeping bag tidak sampai menutupi kepala anda.
  • Tidak direkomendasi memilih sleeping bag yang memiliki ukuran packing terlalu besar, karna akan memakan tempat di dalam tas.

2. Bahan

jenis bahan untuk sleeping bag

Perusahaan-perusahaan outdoor memiliki sleeping bag dengan kualitas yang berbeda-beda, namun kualitas sleeping bag sangat bergantung pada bahan yang digunakan, Sebab bahan yang berkualitas mempunyai isolasi yang lebih baik.

Berikut beberapa jenis bahan sleeping bag :

Bulu Angsa

Bahan dasar bulu angsa ini menjadi favorite para pendaki karna memang terbukti memiliki isolasi yang sangat baik ketika berada pada suhu dingin, harga sleeping bag berbahan bulu angsa sangat bervariasi, tetapi untuk yang memiliki tingkat kualitas tinggi harganya akan sangat mahal.

Dacron

Bahan dasar dacron memiliki tingkatan pada ketebalan dacron di dalam sleeping bag itu sendiri, lebih banyak lebih baik, tetapi semakin banyak dacron semakin memakan ukuran packing.

Polar

Polar juga cukup popular dalam hal sleeping bag, tetapi rasanya bahan polar lebih baik di campur oleh dacron/bulu angsa sebagai lapisan dasar sleeping bag, karna jika hanya hanya polar yang berlapis polyester tidak akan memberikan isolasi yang cukup baik.

  • Bahan bulu angsa baiknya yang memiliki lapisan luar sintetis dan lapisan dasar berupa thermal untuk menahan panas.
  • Sleeping bag dari bulu angsa yang memiliki kualitas biasanya dapat menahan dingin dalam keadaan suhu extrim.
  • Sleeping bag dengan bahan dacron sangat benyak memiliki campuran bahan mulai dari polar, polyester, thermal sampai nylon sintetis.
  • Semakin tebal dacron pada sleeping bag semakin baik juga kehangatan yang diperoleh, tetapi akan semakin memakan tempat juga pada besar packing.
  • Polar yang hanya berlapis polyester tidak memberikan isolasi yang cukup baik, baiknya memilih polar yang memiliki campuran lainnya.
  • Sleeping bag berbahan polar biasanya memiliki ukuran packing yang lebih kecil dan ringan.
  • Untuk iklim indonesia biasanya para pendaki memilih sleeping bag berbahan polar yang dicampur dacron, selain harga yang cukup terjangkau campuran bahan ini juga cukup menghangatkan pada suhu dingin.

3. Memiliki Penutup Kepala

kupluk sleeping bag

Walaupun rata-rata sleeping bag modern sudah dilengkapi dengan penutup kepala, Tidak ada salah nya jika anda check kembali. pastikan dibagian atas terdapat kupluk/hoody untuk memberikan kehangatan di bagian kepala dan mencegah panas keluar dari kepala saat tidur.

4. Bentuk Sleeping Bag

Bentuk sleeping bag
Sumber : Phinemo.com

Sleeping bag mempunyai beberapa bentuk, antara lain Mummy, Tappered dan Rectangle 

Mummy : Layaknya mummy pada umumnya, sleeping bab ini berbentuk seperti kerucut mengikuti bentuk tubuh dari kepala hingga kaki.

Tappered : Tappered memiliki dimensi lebar yang sama dari kepala hingga kaki, memiliki pola persegi panjang.

Rectangle : Retangle lebih terkesan seperti selimut kotak persegi, namun memiliki resleting dan penutup seperti sleeping bag pada umumnya.

  • Bentuk Mummy dan Tappered lebih ideal di gunakan dalam pendakian gunung.
  • Rectangle lebih cocok untuk bersantai, bisa saat tidur di luar ruangan, tetapi tidak dalam pendakian.
  • Periksa tag pada sleeping bag ketika membeli, tag biasanya berisi gambar ketika sleeping bag sudah di buka 100%

5. Water Resistant, Water Repplent dan Waterproof

sleeping bag waterproof

Tiga hal di atas adalah ketahanan bahan jika terkena air, periksalah kembali kebutuhan anda, lingkungan seperti apa dan sleeping bag jenis mana yang dibutuhkan,  namun bahan-bahan yang memiliki ketahanan air biasanya memiliki harga yang cukup tinggi, bahkan sangat tinggi.

Di iklim indonesia sendiri biasanya tanpa 3 hal diatas sleeping bag sudah cukup baik, hanya saja jika diperlukan hal ini sangat bermanfaat untuk lebih safety.

Resistant : Resistent memiliki daya menahan air yang paling rendah, resistent hanya menahan air seperti percikan dan gerimis.

Repplent : Repplent pada tahapan ke kedua memiliki daya yang cukup baik dalam menahan air, tetapi tidak dengan curah besar.

Waterproof : Waterproof sudah pasti anti air, jika anda memilih waterproof rasanya tidur di bawah langit dengan sleeping bag tidak akan masalah.

  • Lapisan Resistant,Repplent dan Waterproof biasanya hanya terdapat di bahan bagian dasar luar sleeping bag.
  • Ini sangat berfungsi ketika sleeping bag anda tanpa sadar terkena bocoran hujan atau tersiram air.
  • Harga tingkatan diatas memiliki rentan berbeda-beda, Waterproof jelas memiliki harga lebih tinggi.
  • Waterproof dapat digunakan di pegunungan es, fungsi utamanya menahan kelembapan dan percikan es/salju

6. Resleting

Pastikan Sleeping bag anda memiliki resleting dari ujung kaki hingga ke bagian leher, pilihlah resleting yang baik dan memiliki ketahanan yang lama. hal ini akan memudahkan anda ketika memakai sleeping bag dan ketika mencuci agar lebih cepat kering.

7. Ventilasi Wajah

Sleeping bag modern sudah pasti memiliki ventilasi pada kepala untuk wajah agar dapat tetap mendapat oksigen cukup ketika tidur, namun pada beberapa kasus sleeping bag tidak memiliki kenyamanan ventilasi saat tidur, entah terlalu rapat atau terlalu renggang.

  • Pastikan pemilihan yang tepat pada ventilasi lubang wajah, serta fitur-fitur tambahan lainnya.
  • Ventilasi yang terlalu besar akan mengakibatkan panas tubuh lebih cepat hilang.
  • Terlalu rapat memang akan memberikan kehangatan lebih cepat, tetapi mungkin tubuh akan lebih sulit mengatur panas tubuh yang keluar.
  • Baiknya ventilasi di sesuaikan kenyamanan anda saat tidur.

8. Ukuran Packing

packing sleeping bag

Sleeping bag yang memiliki kehangatan tinggi biasanya memiliki ukuran yang lebih besar tetapi ini tidak mutlak, walaupun tetap ringan, namun hal ini sedikit akan memakan tempat di dalam tas anda.

  • Sesuaikan packing pada sleeping bag sesuai kebutuhan anda dan isi tas anda.
  • Packing ideal sleeping bag berkisar 25-35cm
  • terlalu besar akan menyempitkan isi tas anda
  • Packing sleeping bag bisa dijadikan bantal saat bersantai

9. Sarung Sleeping Bag

sarung sleeping bag

Yang terakhir adalah sarung penutup/bungkus untuk sleeping bag, ini menjadi hal penting, menjadi lapisan paling luar yang menutup sleeping bag ketika tidak dipakai dan memangkas sleeping bag agar lebih kecil.

Pastikan sarung sleeping bag anda memiliki tingkatan tahan air, hal ini bertujuan agar ketika tas mengalami kebocoran ketika hujan atau menyebrang sunyai tidak akan berdampak pada isi bahan di dalam sleeping bag.

  • Bahan sarung bisa berupa sintetis, polyester, ultralight, goretex atau yang lainnya.
  • Jika sarung sleeping bag tidak memiliki ketahanan air, gunakan pembungkus seperti kantong plastik untuk berjaga-jaga agar sleeping bag tidak mengalami kebocoran.

Itulah beberapa cara mengetahui dan memilih Sleeping bag yang baik, pilihlah sleeping bag yang sesuai kebutuhan anda, lingkungan anda dan tempat apa yang akan anda tuju serta seberapa penting nya anda bergantung pada sleeping bag.

Baca Juga :

Mengetahui Gejala dan Penanganan Hipotermia

Cara Memilih Jaket untuk Mendaki Gunung

Tips Mengatasi Dingin saat Pendakian Gunung

Kebutuhan menahan dingin serta kenyamanan tidur terletak pada batasan diri anda, banyak faktor-faktor penyebab hipotermia, namun banyak pula cara mencegah hipotermia, termasuk memilih sleeping bag yang sesuai kemampuan tubuh anda menjaga agar tetap hangat ketika tidur.


Sekian informasi ini, Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Kamis, 11 Februari 2021

16 Cara Mengurangi Rasa Dingin Ketika Mendaki Gunung, Terbaru dan Spesifik

Seperti yang mimin bilang pada Postingan sebelumnya, Suhu dingin di pegunungan itu adalah hal yang sangat wajar sebab tekanan udara yang semakin menurun menjadikan suhu yang menurun juga.

Tapi pernah gaksih sobat punya temen yang rewel banget di jalan, eh eh pas udah kedinginan dia diem aja?hahaha biasanya hal ini banyak kejadian saat sobat mendaki gunung ya.

Yang tadinya mau heppy-heppy nikmati suasana malah sibuk sendiri nyari cara biar ga dingin, alhasil kita hanya diem aja di dalam tenda.

Nah berhubung kemarin mimin nulis 11 Cara Adaptasi Cuaca Dingin sebelum Mendaki Gunung di rumah. Kali ini mimin bakal bikin tips, bagaimana sih cara ngurangin rasa dingin ketika sobat sedang mendaki gunung?

Berikut Tips nya : Kita mulai dari mendasar....

Melatih Fikiran :

Melatih fikiran saat suhu dingin

1. Rasakan Suhu Dingin yang Sebenarnya

Daripada sobat memikirkan seberapa dingin suhu yang lagi di rasakan di gunung, lebih baik sobat keluar tenda dan coba rasakan suhu yang sebenarnya, buat ini menjadi lebih mudah ya sobat, coba resapi dan nikmati dingin nya.

SURVIVAL

MISTERI

WISATA